11 Oktober 2008

Lemak Berlebihan Tingkatkan Risiko Terkena Kanker



Salah satu penyebab timbulnya kanker adalah lemak dan kelebihan berat badan. Ini merupakan masalah yang banyak dialami orang dan tanpa disadari dapat menjadi penyebab kanker.

LEMAK tubuh yang berlebihan dapat meningkatkan risiko individu terhadap enam jenis kanker. Hal ini dikemukakan berdasarkan laporan dari kelompok peneliti kanker di Washington, Amerika Serikat, seperti diberitakan di Los Angeles Times.

Sebuah Institut Amerika untuk penelitian kanker dan World Cancer Research Fund memberikan 10 rekomendasi untuk pencegahan kanker, termasuk membatasi konsumsi daging merah dan alkohol.

Sebuah organisasi non profit di Amerika, mengajak masyarakat untuk sebisa mungkin menjaga berat badan dalam batas normal seperti yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) atau pemerintah Amerika, dan hindarilah penambahan berat badan dan penambahan lingkar pinggang pada masa tua.

‘’Rekomendasi menunjukkan apa yang ilmu pengetahuan katakan pada kami hari ini: Bahkan kelebihan lemak tubuh dalam jumlah sedikit pun, terutama jika lemak tersebut terdapat di pinggang, dapat meningkatkan resiko,’’ kata W. Philip T. James, ketua International Obesity Task Force untuk daerah London dan sekaligus salah satu anggota juri internasional yang menyiapkan laporan penelitian.

Penambahan lemak tubuh, terutama di bagian perut, mempengaruhi tingkat hormon dan faktor pertumbuhan, dimana dapat mengakibatkan pengembangan sel kanker. Kegemukan dapat dikenali dengan ‘sebuah bagian yang seperti meradang terus-menerus dalam tingkat yang rendah’ dalam tubuh yang dapat mendorong terjadinya kanker.

Penelitian juga menunjukkan adanya hubungan antara penumpukan lemak dengan kanker di kerongkongan, pankreas, usus dan anus, dinding rahim, dan ginjal, seperti kanker payudara pada wanita yang sudah memasuki masa menopause.

Ada dua rekomendasi untuk mengontrol berat badan, yaitu mengaktifkan badan untuk paling tidak 30 menit sehari dan hindari sebisa mungkin makan makanan cepat saji, soda yang mengandung gula, dan pemrosesan makanan yang rendah serat atau kadar gula atau lemak tinggi.

Rekomendasi lainnya antara lain, memakan lebih banyak buah dan sayuran. Peneliti mengatakan bahwa orang memakan berbagai bentuk diet vegetarian memiliki risiko rendah terkena beberapa penyakit, termasuk kanker.

Direkomendasikan juga membatasi konsumsi daging merah hingga 18 ons perminggu dan, kecuali dalam kesempatan yang jarang terjadi, hindari penggunaan daging, baik yang diawetkan, diasapkan, diasinkan, atau produk-produk yang dikemas secara kimiawi seperti ham, bacon, dan hot dog.

Berdasarkan penelitian, setiap orang yang melebihi 18 ons perminggu untuk konsumsi daging merah, setiap penambahan konsumsi 1,7 ons perhari akan menambah risiko terkena kanker sebesar 15 %. Setiap penambahan 1,7 ons konsumsi daging olahan perhari akan menambah risiko 21 % terkena kanker.

Minuman beralkohol juga menjadi faktor bagi kanker mulut, faring atau saluran udara, laring atau pita suara, kerongkongan, usus, dan hati. Konsumsi alkohol sebaiknya dibatasi pada dua minuman perharinya untuk laki-laki, dan satu untuk perempuan. Ketika Anda sudah terkena kanker, alkohol dalam jumlah sedikit pun akan menaikkan risiko Anda.

Rekomendasi lainnya termasuk juga membatasi penggunaan garam dan semakin pentingnya vitamin dan mineral dalam makanan, dibandingkan suplemen-suplemen diet.

‘’Penting untuk mencatat hal ini, setiap orang harus secara pasti mengontrol berbagai risiko mereka yang dapat membuat berbagai jenis kanker berkembang,’’ kata Collen Doyle, direktur komunitas kanker Amerika.

‘’Perubahan gaya hidup dapat membuat perbedaan yang jelas,’’ tegasnya. (sumber : webMd)

Tidak ada komentar: