07 Desember 2008

Ibu Gemuk, Bayi Belum Tentu Besar

BESAR kecilnya janin dalam kandungan ternyata berkaitan sangat erat pada pola makan dan makanan yang dikonsumsi oleh ibu. Bila calon ibu cenderung sulit makan atau sering muntah, sehingga terjadi penurunan berat badan, maka kemungkinan janin yang dikandungnya juga akan memiliki berat badan yang rendah. Jadi, mulai sekarang tepis anggapan bahwa saat hamil ibu gemuk, maka bayinya pasti besar.

Normalnya, berat badan ibu selama kehamilan akan naik terus. Namun, jika bayi dalam kandungan tidak mengalami kenaikan berat badan atau naik tapi tidak terlalu signifikan, tentu ada sesuatu yang mengganggu perkembangannya.

Untuk mengetahui perkembangan berat badan bayi dalam kandungan, dapat dilakukan dengan pemeriksaan USG secara periodik atau berkala. Dengan pemeriksaan ini dapat dipantau di minggu berapa perkembangan bayi mulai tidak sesuai dengan usia kehamilan.

Berat ideal janin;

1. Usia kehamilan 20 minggu, berat janin kira-kira 0,5 kg

2. Usia kehamilan 36 minggu, janin harus mencapai 2,5 kg

3. Mendekati kelahiran, beratnya harus mencapai 3-3,5 kg.

Penyebab tidak naiknya berat badan janin;

1. Ibu hamil yang berat badannya naik terus di saat hamil, dapat diasumsikan bahwa penyerapan makanan pada ibu tidak terganggu. Namun jika ternyata berat badan bayi yang dikandungnya kurang dari yang seharusnya, kemungkinannya adalah terjadi hambatan pada suplai makanan dan oksigen dari ibu ke janin.

2. Pengaruh obat-obatan yang dikonsumsi oleh calon ibu. Misalnya, si ibu menderita penyakit hipertensi, kelainan ginjal kronik, perokok, penderita diabetes melintus berat, peminum alkohol, gizi buruk dan pemakaian obat-obatan terlarang.

3. Faktor rahim dan plasenta. Plasenta yang sel-selnya mengalami kerusakan menyebabkan tali pusat tidak masuk ke dalam plasenta secara normal. Sehingga kebutuhan makanan dan gizi bayi tidak dapat tersuplai dengan baik.

Untuk mengetahui apakah plasenta berfungsi dengan baik maka dapat dilakukan pemeriksaan USG-Ultrasonografi. Dengan USG dapat dinilai peningkatan arus darah yang melalui plasenta.

Dapat juga dengan pemeriksaan kardiotokographi (CTG) dimana dapat dilihat respon bayi melalui gambaran denyut jantungnya sehingga kita dapat menilai apakah bayi dalam kondisi kekurangan oksigen atau tidak

4. Faktor janin, misalnya janin kembar, kelainan kromosom, cacat bawaan dan infeksi dalam kandungan.

Agar bayi terlahir dengan berat badan normal;

1. Periksakan kehamilan secara rutin ke tenaga medis. Konsultasikan tentang faktor-faktor penyakit yang mengganggu kehamilan, termasuk berat badan yang kurang. Ikuti saran dan nasehatnya.

2. Makan makanan bergizi yang memenuhi syarat makanan dengan gizi seimbang.

3. Hentikan kebiasaan-kebiasan buruk yang dapat menganggu kesehatan janin. Seperti, merokok, minum alkohol, minum obat-obatan yang tidak perlu.

4. Istirahat yang cukup.

5. Usahakan untuk tidak menjadi perokok pasif, jadi lebih baik mengalah dan menghindar

6. Bila memungkinkan lakukan pemeriksaan USG untuk memantau kondisi janin.

7. Jika ada keluhan segeralah berkonsultasi pada tenaga medis, dokter atau bidan tempat Anda melakukan pemeriksaan kehamilan. (sumber : radar banjarmasin)

Tidak ada komentar: